Senin, 17 Oktober 2011

Buah Mentimun Multifungsi


Mentimun, timun, atau ketimun (Cucumis sativus L.; suku labu-labuan atau Cucurbitaceae) merupakan tumbuhan yang menghasilkan buah yang dapat dimakan. Buahnya biasanya dipanen ketika belum masak benar untuk dijadikan sayuran atau penyegar, tergantung jenisnya. Mentimun dapat ditemukan di berbagai hidangan dari seluruh dunia dan memiliki kandungan air yang cukup banyak di dalamnya sehingga berfungsi menyejukkan. Potongan buah mentimun juga digunakan untuk membantu melembabkan wajah serta banyak dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi.
Habitus mentimun berupa herba lemah melata atau setengah merambat dan merupakan tanaman semusim: setelah berbunga dan berbuah tanaman mati. Perbungaannya berumah satu (monoecious) dengan tipe bunga jantan dan bunga hermafrodit (banci). Bunga pertama yang dihasilkan, biasanya pada usia 4-5 minggu, adalah bunga jantan. Bunga-bunga selanjutnya adalah bunga banci apabila pertumbuhannya baik. Satu tumbuhan dapat menghasilkan 20 buah, namun dalam budidaya biasanya jumlah buah dibatasi untuk menghasilkan ukuran buah yang baik.
Buah berwarna hijau ketika muda dengan larik-larik putih kekuningan. Semakin buah masak warna luar buah berubah menjadi hijau pucat sampai putih. Bentuk buah memanjang seperti torpedo. Daging buahnya perkembangan dari bagian mesokarp, berwarna kuning pucat sampai jingga terang. Buah dipanen ketika masih setengah masak dan biji belum masak fisiologi. Buah yang masak biasanya mengering dan biji dipanen, warnanya hitam.
Sebagian besar dari kita mungkin sering mengonsumsi buah mentimun atau ketimun. Buah yang dalam bahasa latin bernama Cucumis sativus ini  sering kita jumpai dalam setiap hidangan, terutama lalapan, salad, atau acar. Mentimun memiliki kandungan air yang cukup tinggi sehingga berfungsi menyejukkan.
Potongan buah mentimun juga kerap digunakan untuk membantu melembabkan wajah serta dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Namun, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai nutrisi dan manfaat kesehatan yang terdapat dalam mentimun, mari kita jelajahi area kesehatan apa saja yang didapat dari konsumsi buah yang termasuk suku labu-labuan ini.
1. Perawatan kulit 
Mentimun memiliki sifat diuretik, efek pendingin, dan pembersih yang bermanfaat bagi kulit. Kandungan air yang tinggi; vitamin A, B, dan C; serta mineral, seperti magnesium, kalium, mangan, dan silika; membuat mentimun menjadi bagian penting dalam perawatan kulit. Masker wajah yang mengandung sari mentimun digunakan untuk mengencangkan kulit. Asam askorbat dan asam caffeic yang hadir dalam mentimun dapat menurunkan tingkat retensi air, yang pada gilirannya mengurangi pembengkakan di sekitar mata.
2. Fungsi pencernaan
Masalah pencernaan, seperti mag, gastritis keasaman, dan bahkan tukak, dapat disembuhkan dengan mengonsumsi jus mentimun segar setiap hari. Kandungan serat makanan dalam mentimun dapat mengusir racun dari sistem pencernaan sehingga memingkatkan proses pencernaan. Bahkan, mengonsumsi mentimun setiap hari dinilai sangat ampuh sebagai obat sembelit.
3. Kesehatan sendi
Dalam mentimun terkandung silika yang dapat mempromosikan kesehatan sendi Anda dengan memperkuat jaringan ikat.
4.  Pencernaan protein
Mentimun mengandung enzim erepsin yang membantu dalam pencernaan protein.
5. Tekanan darah
Potasium, magnesium, dan serat yang hadir pada mentimun dapat membantu Anda menjaga tekanan darah tetap normal.
6. Membunuh cacing pita
Biji mentimun dianggap sebagai obat alami untuk mengusir cacing pita di saluran usus. Bahkan, biji mentimun juga dikenal bermanfaat sebagai antiinflamasi serta efektif dalam pengobatan pembengkakan selaput lendir (hidung) dan tenggorokan.
7.  Perawatan kuku
Mentimun kaya akan kandungan silika, dapat mencegah pecah dan rusaknya kuku-kuku di jari kaki dan tangan.
8. Atasi encok dan rematik
Jus mentimun diperkaya kandungan vitamin A, B1, B6, C, dan D serta folat, magnesium, dan kalsium ketika dicampur dengan jus wortel dapat membantu pasien yang mengalami nyeri sendi dengan cara menurunkan asam urat.
9. Mengobati sakit gigi dan gusi
Penyakit mulut pada gigi dan gusi, khususnya pyorrhea, dapat diobati secara efektif dengan jus mentimun. Konsumsi mentimun mentah juga dapat meningkatkan air liur serta berfungsi menetralisasi asam dan basa di dalam rongga mulut.
10. Diabetes 
Jus mentimun dikenal dapat membantu kesehatan pasien diabetes. Kandungan mineral mangan bermanfaat dalam sintesis insulin alami di dalam tubuh.
11. Perawatan ginjal 
Mentimun menunjukkan manfaat dalam membantu meringankan masalah kandung kemih dan ginjal. Air yang terkandung dalam mentimun membantu fungsi ginjal dengan melancarkan proses urinasi. Faktanya, mentimun merupakan diuretik alami terbaik.
12. Suburkan rambut 
Mentimun mengandung silika. Jus mentium yang dicampur dengan wortel, bayam, dan selada akan membantu penyuburan rambut. Silika terdapat dalam jaringan ikat di dalam tubuh. Senyawa ini membantu pertumbuhan rambut sehingga jika rajin mengonsumsi makanan mengandung silika, Anda akan memiliki rambut yang bagus dan tulang yang sehat.

Satu biji buah mentimum sendiri mengandung 0.65% protein, 0.1% lemak, 2.2% karbohidrat, kalsium, zat besi, magnesium, fosforus, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C.
Berikut ini cara-cara pengobatan penyakit dengan menggunakan buah mentimun:
  1. Untuk pengobatan tekanan darah tinggi, parut buah mentimun dan peras airnya, kemudian diminum. Lakukan 2-3 kali sehari.
  2. Untuk pengobatan sariawan, makanlah 9 buah mentimun setiap hari secara rutin.
  3. Untuk membersihkan ginjal, parut buah mentimun dan peras airnya. Minum sedikit demi sedikit hingga lambung terbiasa menerima cairan mentimun. Lakukan secara rutin.
  4. Untuk demam, parut buah mentimun dan letakkan hasil parutannya di atas perut.
  5. Untuk jerawat, cuci dan iris kecil-kecil buah mentimun, lalu letakkan irisannya di atas bagian wajah yang berjerawat.

Sumber :
http://health.kompas.com/read/2011/08/17/10402067/12.Manfaat.Tersembunyi.Mentimun

Minggu, 16 Oktober 2011

Keajaiban Sebuah Apel

       Apel sejak dulu terkenal sebagai buah yang kaya gizi. Bahkan ada pepatah yang mengatakan "An apple a day, keep the doctor away!". Pepatah itu memang tidak berlebihan. Studi terbaru menemukan komponen dalam buah apel yakni pektin yang mampu meningkatkan jumlah bakteri baik di usus. Ahli mikrobiologi dari University of Denmark's National Food Institute menguji efek konsumsi apel dengan memberi makan tikus percobaan dengan buah apel, baik dimakan langsung atau dalam bentuk jus.
       Para ahli kemudian meneliti bakteri dalam usus tikus-tikus itu. Ternyata jumlah bakteri baik dalam usus mereka meningkat. Bakteri baik tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan saluran cerna tapi juga mengurangi risiko beberapa penyakit. Demikian menurut studi yang dimuat dalam jurnal BMC Microbiology. Zat bernama pektin ini juga dipercaya bisa menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh kita. Selain itu, sebuah apel mengandung sekitar 8 mg vitamin C.
Selain dalam usus, khasiat apel juga bisa kita temui dalam gigi. Saat kita makan apel, rasa dari apel itu akan merangsang kelenjar ludah kita untuk memproduksi ludah lebih banyak yang bisa 'mencuci' gigi dari bakteri.
        Di musim hujan yang rawan penyakit flu seperti sekarang, apel juga bisa kita andalkan. Di dalam apel terkandung zat yang dinamakan quercetin, sebuah zat yang dapat menghancurkan virus influenza ketika tubuh sedang tidak fit. Selain apel, zat pelawan virus flu ini juga terdapat dalam bawang merah, brokoli, dan teh.
Sumber : Kompas.com, Lusia Kus Anna,acandra,Kamis, 21 Januari 2010

Lebih Sehat Kopi atau Teh?

      Kopi dan teh sama-sama minuman yang sudah dikenal sejak berabad silam. Keduanya memiliki penggemar fanatiknya sendiri. Tetapi jika dibandingkan mana yang paling menyehatkan, kopi atau teh, jawabannya cukup sulit . Sebagian besar memang kopi lebih menyehatkan tubuh. Kopi bukan hanya merangsang aliran darah ke otak dan mengurangi mood negatif, bukti ilmiah juga menyebutkan kebiasaan minum kopi bisa mengurangi risiko penyakit Parkinson.
     Zat-zat yang terkandung di dalam kopi juga mengandung antioksidan kuat yang akan melawan radikal bebas dalam tubuh dan memperbaiki sel-sel yang rusak akibat ulah si radikal bebas. Seperti diketahui zat oksidatif dalam radikal bebas juga dikaitkan dengan terjadinya penyakit diabetes, artritis dan kanker.Kopi terutama kaya akan antioksidan flavonoid. Komponen tersebut memiliki efek perlindungan terhadap penyakit kardiovaskular dengan cara mengurangi oksidasi kolesterol jahat (LDL). Dengan kata lain kopi akan membantu kita mengurangi risiko penyakit stroke dan serangan jantung.
     Pada takaran yang normal kopi juga aman untuk ibu hamil. Sejauh ini belum terbukti kopi meningkatkan risiko keguguran atau pun risiko cacat bawaan pada bayi. Meski kopi bisa meningkatkan aktivitas perut dan seringkali menyebabkan perut terasa tidak nyaman, tetapi di lain pihak kopi menguntungkan kesehatan saluran cerna. Kopi diketahui mengurangi kanker kolon dan kolorektal.
    Bagaimana dengan teh? Kebanyakan orang mengonsumsi teh hitam, padahal teh hijau merupakan teh yang belum difermentasi dan bisa dikatakan adalah minuman paling sehat. Kandungan antioksidan polifenol dalam teh akan berkurang banyak ketika teh difermentasi.
Kesimpulannya, jika bicara tentang kopi dan teh hitam, maka kopi adalah pilihan yang sehat. Jika Anda penyuka teh hijau, maka minuman ini adalah pilihan yang jauh lebih sehat.
Kompas.com. Lusia Kus Anna, Jumat, 14 Oktober 2011

Pisang untuk Sarapan, Sehat Luar dan Dalam

        Siapa sangka, dalam buah pisang yang begitu banyak ditemui di negara kita terkandung begitu banyak manfaat yang tak hanya baik untuk kesehatan tubuh, tetapi juga untuk kesehatan jiwa. Buah pisang mengandung banyak energi, vitamin, dan enzim, seperti sukrosa, glukosa, dan laktosa. Pisang juga memiliki kandungan yang bisa membantu penyembuhan yang direkomendasikan untuk merawat penyakit kardiovaskular dan artritis, untuk normalisasi fungsi sistem saraf. Kandungan yang ada di dalam pisang juga bisa mendorong produksi serotonin, hormon kebahagiaan, yang berfungsi meningkatkan mood dan memberi rasa sehat dan ketenangan.
         Sebuah studi yang pernah dilakukan di Argentina meminta para responden wanita untuk memulai hari mereka dengan makan pisang. Dalam tiga bulan, para partisipan melaporkan adanya pengurangan berat badan, meski mereka tidak mencoba mengurangi asupan makanan. Ditemukan, bahwa sarapan dengan pisang membantu kelancaran pencernaan dan sistem kardiovaskular, yang melindungi tubuh wanita dari stres. Buah ini mengandung banyak nutrisi, seperti asam folat, magnesium, vitamin A, vitamin C, dan potasium.
Sumber : Kompas.com, Nadia Felicia , Jumat, 28 Januari 2011

Pisang, Buah yang Melangsingkan


Diet bukan alasan untuk menghindari makanan yang mengandung karbohidrat. Bak bensin, karbohidrat berperan sebagai sumber energi tubuh. Dalam sehari, tubuh memerlukan asupan karbohidrat hingga 50 persen.
Jenis karbohidrat yang cocok untuk mereka yang sedang berdiet adalah karbohidrat kompleks yang akan terserap tubuh dengan lebih perlahan sehingga tubuh tidak mudah lapar. Contohnya adalah nasi merah dan produk olahan tepung gandum yang tidak dimurnikan (whole wheat).
Pisang termasuk dalam kelompok karbohidrat yang disarankan karena mengandung sari pati (resistant starch) yang membuat tubuh kenyang lebih lama dan mempercepat proses metabolisme. Karena itu, buah ini sangat cocok untuk menjadi pengganti camilan.
Sepotong pisang berukuran sedang mengandung 12,5 gram sari pati, jauh lebih banyak dibanding makanan lain. Selain itu, pisang juga memiliki kadar lemak yang rendah.
Keunggulan lain buah berwarna kuning ini adalah mengandung vitamin A, C, dan B. Pisang juga mengandung kalium, salah satu mineral yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Mineral lain yang terdapat dalam pisang adalah magnesium. 
Sumber : Kompas.com.Lusia Kus Anna.02 Mei 2011